Hakikat Pendidikan

Pendidikan Anak
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Apa kabar para pembaca sekalian? semoga tetap diberi perlindungan dan kesehatan oleh Allah ya..Aamiin. Kali ini saya akan membahas secara singkat, suatu topik yang cukup menarik. Semoga artikel kali ini dapat dijadikan pembaca, dan tentunya penulis juga, sebagai suatu wawasan ilmu pengetahuan..hehe

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata dasar “didik” (mendidik), yaitu memelihara dan memberi latihan (ajaran pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.  Berdasarkan undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuh kembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya, dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional dan global.
Ketika kita melihat kondisi pendidikan di Indonesia, ada yang sudah mencapai standarnya, dan ada pula yang sebaliknya. Maksud dari standar disini adalah, mendapatkan pendidikan selayaknya. Namun, masih ada saja suatu daerah di Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, bahkan tidak adanya sekolah yang aktif di daerah itu, atau lebih buruk lagi. Tidak ada sekolah di daerah itu, sehingga daerah tersebut tidak dapat menjadi masyarakat yang makmur dan generasinya yang berpendidikan. Namun, disisi lain juga, ada suatu daerah yang dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang sangat layak, namun kualitas generasi yang dilahirkan tidak sesuai dengan kenyataan yang diharapkan. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Adanya keterkaitan antara kemajuan teknologi, pendidikan, dan penanaman karakter terhadap seorang anak menyebabkan kemajuan pendidikan di Indonesia tidak sesuai. Dalam hal ini, khususnya kemajuan pendidikan, maka masa pertama yang harus dilewati seorang anak adalah penanaman karakter yang bermoral dan berbudi pekerti, terutama di lingkungan keluarga. Kenapa hal ini sangat penting? karena di lingkungan keluargalah seorang anak memperoleh bekal untuk menghadapi kehidupan diluar lingkungan keluarga. Maka, sebuah keluarga harus mampu membentuk generasi yang tertata moralnya, kuat mental, dan fisiknya. Bisa dikatakan, bekal penanaman karakter di lingkungan keluarga merupakan suatu hal yang sangat vital.
Dan yang selanjutnya adalah, pendidikan formal, atau di sekolah. Setelah memperoleh bekal mental yang kuat, moral yang tertata, dan fisik yang sehat, seorang anak akan memasuki pendidikan formal atau sekolah, untuk memperkuat bekal menghadapi kehidupan di masyarakat. Mulai dari diasah bakat dan kemampuannya, kemudian menambah kreatifitas anak dan sekaligus pengenalan terhadap kemajuan terknologi yang ada, khusus pada pendidikan formal yang sudah memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. Maka, dengan seorang anak telah melewati dengan baik ketiga masa tersebut, yaitu penanaman karakter yang bermoral, fisik dan mental yang kuat, yang ia peroleh dari orang tuanya, pendidikan formal berupa sekolah, sehingga anak dapat mengasah lebih jauh bakat kemampuan, kreatifitas, dan pengenalan teknologi dari segi apapun ditanamkan pada seorang anak dengan tepat dan sesuai, maka akan terciptalah generasi yang secara hakiki telah berpendidikan.

Semoga bermanfaat. Wasalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Comments

Popular posts from this blog

Soal-Soal TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

SMART POWERPOINT: PECHA KUCHA

MUSIK ROCK